Kau tau perih itu seperti apa???
sungguh tidak berasa saat lukanya terlalu menganga
Kau tau kecewa itu seperti apa???
sungguh tidak berwarna sekalipun hitam
Kau tau mati itu seperti apa???
sungguh... aku ingin tau mati itu seperti apa.
Selasa, 02 September 2014
Rabu, 20 Agustus 2014
Morning
Kepada pagi yang membawa harapan dalam tetes embunnya
kepada mentari yang membawa hangat dalam sinarnya
kepada angin yang membawa dingin dalam geraknya
kepada awan yang membawa damai dalam warnanya
kepada langit yang membawa perubahan dalam keberadaannya
kepada tanah yang membawa kehidupan dalam matinya
kepada laut yang membawa takut dalam gelombangnya
kepada waktu yang membawa penyesalan dalam berlalunya
kepada secangkir kopi yang membawa getir dalam hitamnya
SELAMAT PAGI!!!!!!
kepada mentari yang membawa hangat dalam sinarnya
kepada angin yang membawa dingin dalam geraknya
kepada awan yang membawa damai dalam warnanya
kepada langit yang membawa perubahan dalam keberadaannya
kepada tanah yang membawa kehidupan dalam matinya
kepada laut yang membawa takut dalam gelombangnya
kepada waktu yang membawa penyesalan dalam berlalunya
kepada secangkir kopi yang membawa getir dalam hitamnya
SELAMAT PAGI!!!!!!
Kamis, 10 Juli 2014
Terimakasih sudah berubah
Absen tanpa tanda silang
Catatan update tanpa mau ketinggalan
Soal-soal berparade tanpa kekurangan bilangan dalam buku latihan
Beruntung..........
Angka 9 anggun dalam buku nilai
Materi mendapat tempat terbaik dalam memori
Tiada malas yang berseliweran
Beruntung..........
"Hari ini lebih baik dari hari kemarin" ini defenisi beruntung bukan? ^_^ . Bisa bangga pada diri sendiri itu rasanya menyenangkan. Bukan bangga karna merasa pintar, bukaaaaaannnnnn. Ini Bangga karna masih bisa berubah banyak. Bangga karna tidak hanya diam dalam malas dan berbaring menyedihkan.
Terlambat memang... tapi sudah beruntung.. :)
Terimakasih sudah berubah, terimakasih sudah jadi lebih berguna untuk diri sendiri.
Teruntuk yang tersayang, sosok dalam cermin di hadapanku saat ini.
Catatan update tanpa mau ketinggalan
Soal-soal berparade tanpa kekurangan bilangan dalam buku latihan
Beruntung..........
Angka 9 anggun dalam buku nilai
Materi mendapat tempat terbaik dalam memori
Tiada malas yang berseliweran
Beruntung..........
"Hari ini lebih baik dari hari kemarin" ini defenisi beruntung bukan? ^_^ . Bisa bangga pada diri sendiri itu rasanya menyenangkan. Bukan bangga karna merasa pintar, bukaaaaaannnnnn. Ini Bangga karna masih bisa berubah banyak. Bangga karna tidak hanya diam dalam malas dan berbaring menyedihkan.
Terlambat memang... tapi sudah beruntung.. :)
Terimakasih sudah berubah, terimakasih sudah jadi lebih berguna untuk diri sendiri.
Teruntuk yang tersayang, sosok dalam cermin di hadapanku saat ini.
Jumat, 11 April 2014
Dia yang lebih dingin dibanding hari ini.
Tutur menenangkan dan dingin
peduli melegakan juga dingin
apakah mimik wajah saat menjawab segala tanyaku juga dingin?
atau apakah senyumnya juga dingin?
mungkinkah berada didekatnya akan membekukanku?
Dalam dingin ku bertanya tentang dia yg lebih dingin.
Meski ku harus memakai baju berlapis atau sarung tangan dan kaki
dingin itu tak ingin ku tinggal pergi
ada satu yang ku mengerti
ada satu yang tak terperi
Kehangatan yang hanya dirasa oleh hati
Biarlah dari jauh jemari menanti
biarlah dalam mimpi kita berlari
dingin tetaplah disini, sampai dia yang lebih dingin menggenggam jemari.
peduli melegakan juga dingin
apakah mimik wajah saat menjawab segala tanyaku juga dingin?
atau apakah senyumnya juga dingin?
mungkinkah berada didekatnya akan membekukanku?
Dalam dingin ku bertanya tentang dia yg lebih dingin.
Meski ku harus memakai baju berlapis atau sarung tangan dan kaki
dingin itu tak ingin ku tinggal pergi
ada satu yang ku mengerti
ada satu yang tak terperi
Kehangatan yang hanya dirasa oleh hati
Biarlah dari jauh jemari menanti
biarlah dalam mimpi kita berlari
dingin tetaplah disini, sampai dia yang lebih dingin menggenggam jemari.
Rabu, 09 April 2014
Sebaliknya
saya ingin jadi apa?
Sejauh ingatan belum ada yang menanyakan hal ini selain guru
tk, sd, dan ayah saya.
Apa sudah terlalu jelas saya akan jadi apa? Atau terlalu
buram untuk membayangkan saya jadi apa?
Semua itu tidak pernah jadi masalah untuk saya pikirkan
Tapi saat ada pernyataan “kamu harus bekerja disini, punya
jabatan ini, barulah kamu akan saya lihat!”.
Sejenak ini menjadi pemikiran saya, sungguh perlu dipikirkan.
Bukan memikirkan untuk benar-benar menjadi apa yang diminta. Sebaliknya saya
sangat tidak ingin jadi apa yg dituntutkan pada saya.
Saya tidak ingin dilihat, tidak usah diperhitungkan lagi!
Saya benar-benar ingin enyah dari pemikiran yang hanya
menuntut saya untuk pantas.
Pergilah….
Selasa, 25 Maret 2014
Sang Rindu
Rindu tiada punya
daya untuk datang dan mengunjungi pemiliknya
Dia hanya berputar, menggelinding,
naik turun, di sini… di hati
Berpeluh sudah rindu,
dan itu baik untuknya
Sehat sekali sang
rindu, lebih bugar dibanding dulu
Ya lebih gemuk juga..
Sepertinya tambah
tinggi..
Begitulah rindu,
Tidak tampak, tidak
terdengar, bukan berarti dia hilang
Ada… selalu ada
Bahkan lebih manis
dibanding terakhir kali datang
Biar saja sang rindu
begini
Diam disini.
Ayu
Wahyuni
Rabu, 19 Maret 2014
Allah swt, Takut, dan Sedih.
"Tidak ada rasa takut dan bersedih hati bagi orang-orang yang bertaqwa"
Kalimat ini akan kita jumpai berkali-kali dalam Al-quran. Bukan kalimat biasa jika otak mampu menjabarkan pengertian dan hati mampu meresapi butir-butir hikmahnya. Sederhana bila hanya dibaca sepintas lalu. Mantra sakti bila meresap dalam kalbu.
Taqwa artinya memelihara diri dengan melaksanakan perintah Allah dan Menjauhi segala larangannya serta ikhlas menerima hukum dan ketentuan Allah.
Tidak semudah mengucapkannya memang, tapi bukankah hidup itu untuk selalu belajar, belajar terus, terus belajar, sampai tidak lagi bisa belajar.
Kita manusia penuh rasa takut, takut yang terlihat oleh mata ataupun takut yang terselubung.
Takut mati, Takut hidup susah, Takut berpenampilan buruk, Takut tidak disukai orang lain, Takut diabaikan oleh dunia, Takut barang-barang berharga hilang, Takut tertinggal kemajuan teknologi, Takut dianggap remeh, banyak sekali macam-macam takut bahkan juga tidak sedikit yang takut dengan setan yang entah sejak kapan berubah nama jadi hantu.
Saat kita mampu menyatukan rasa takut hanya pada satu titik yaitu Allah swt, maka ketakutan yang sangat banyak macamnya akan berkurang satu persatu. Alangakah nyamannya hidup tanpa rasa takut, semua orang pasti menginginkannya tapi takut untuk berusaha. Kuatkanlah tekad satukan rasa takut hanya kpada-Nya tuhan semesta alam yang tiada apapun dapat menandingi-Nya. Semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang Allah beri petunjuk, Aamiin.
Sekali lagi kita manusia, kita pasti sering bersedih untuk berbagai macam alasan. Sedih untuk hal-hal besar, atau sedih untuk hal-hal kecil. Sedih disini bukan hanya saat seseorang menangis, tapi masing-masing hatilah yang paham bagaimana rasa sedih itu. Tanpa alasan yang pastipun kita juga bisa bersedih. Membatin sendiri kenapa ada perasaan aneh yang menjalar tak karuan.
Sedih saat merasa tertekan, sedih saat menerima tanggung jawab lebih besar, sedih saat kurang beruntung dibanding teman, sedih saat tidak digemari orang, sedih bila dompet menipis, sedih bila tak diperhatikan, sedih karena bekerja terlalu banyak, banyak juga macam sedih yang tidak bisa disebutkan semua.
Apa salahnya dengan sedih? bukankah itu manusiawi?
Benar, sedih itu manusiawi. Tidak ada salahnya bersedih. Tapi sedih yang bagaimana?
sedih untuk sesuatu yang bukan hak kita itu salah, sedih untuk dunia terlalu banyak itu tidak baik, sedih terhadap kehidupan sendiri itu merugi sekali, posisikan sedih hanya dalam batas wajar dan hubungkanlah dengan Dia penciptamu. Allah yang lebih paham bagaimana diri manusia melebihi manusia itu sendiri.
Limpahkanlah kepada-Nya segala sedih, segala keluh kesah.
Jangan lagi menanam sedih di hati dan hidup menyedihkan.
Allah selalu ada untuk tempat mengadu dan menghapus sedih.
Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang Disayangi Allah, rebutlah hati-Nya agar Dia lebih menyangi kita. ^_^
Kalimat ini akan kita jumpai berkali-kali dalam Al-quran. Bukan kalimat biasa jika otak mampu menjabarkan pengertian dan hati mampu meresapi butir-butir hikmahnya. Sederhana bila hanya dibaca sepintas lalu. Mantra sakti bila meresap dalam kalbu.
Taqwa artinya memelihara diri dengan melaksanakan perintah Allah dan Menjauhi segala larangannya serta ikhlas menerima hukum dan ketentuan Allah.
Tidak semudah mengucapkannya memang, tapi bukankah hidup itu untuk selalu belajar, belajar terus, terus belajar, sampai tidak lagi bisa belajar.
Kita manusia penuh rasa takut, takut yang terlihat oleh mata ataupun takut yang terselubung.
Takut mati, Takut hidup susah, Takut berpenampilan buruk, Takut tidak disukai orang lain, Takut diabaikan oleh dunia, Takut barang-barang berharga hilang, Takut tertinggal kemajuan teknologi, Takut dianggap remeh, banyak sekali macam-macam takut bahkan juga tidak sedikit yang takut dengan setan yang entah sejak kapan berubah nama jadi hantu.
Saat kita mampu menyatukan rasa takut hanya pada satu titik yaitu Allah swt, maka ketakutan yang sangat banyak macamnya akan berkurang satu persatu. Alangakah nyamannya hidup tanpa rasa takut, semua orang pasti menginginkannya tapi takut untuk berusaha. Kuatkanlah tekad satukan rasa takut hanya kpada-Nya tuhan semesta alam yang tiada apapun dapat menandingi-Nya. Semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang Allah beri petunjuk, Aamiin.
Sekali lagi kita manusia, kita pasti sering bersedih untuk berbagai macam alasan. Sedih untuk hal-hal besar, atau sedih untuk hal-hal kecil. Sedih disini bukan hanya saat seseorang menangis, tapi masing-masing hatilah yang paham bagaimana rasa sedih itu. Tanpa alasan yang pastipun kita juga bisa bersedih. Membatin sendiri kenapa ada perasaan aneh yang menjalar tak karuan.
Sedih saat merasa tertekan, sedih saat menerima tanggung jawab lebih besar, sedih saat kurang beruntung dibanding teman, sedih saat tidak digemari orang, sedih bila dompet menipis, sedih bila tak diperhatikan, sedih karena bekerja terlalu banyak, banyak juga macam sedih yang tidak bisa disebutkan semua.
Apa salahnya dengan sedih? bukankah itu manusiawi?
Benar, sedih itu manusiawi. Tidak ada salahnya bersedih. Tapi sedih yang bagaimana?
sedih untuk sesuatu yang bukan hak kita itu salah, sedih untuk dunia terlalu banyak itu tidak baik, sedih terhadap kehidupan sendiri itu merugi sekali, posisikan sedih hanya dalam batas wajar dan hubungkanlah dengan Dia penciptamu. Allah yang lebih paham bagaimana diri manusia melebihi manusia itu sendiri.
Limpahkanlah kepada-Nya segala sedih, segala keluh kesah.
Jangan lagi menanam sedih di hati dan hidup menyedihkan.
Allah selalu ada untuk tempat mengadu dan menghapus sedih.
Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang Disayangi Allah, rebutlah hati-Nya agar Dia lebih menyangi kita. ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)